Cara Upload Dokumen SSCASN Agar Tidak Gagal
Diperbarui Oktober 2026 · Tampilan portal dan batas ukuran dapat berubah antar-periode seleksi. Jika ada perbedaan antara halaman ini dan label di layar portal, ikuti portal.
"Gagal unggah" di SSCASN hampir tidak pernah berarti portalnya rusak. Dalam sebagian besar kasus, salah satu dari tiga hal ini yang terjadi: file melebihi batas ukuran kolom, formatnya tidak sesuai, atau server sedang padat. Ketiganya bisa diatasi dalam hitungan menit kalau kamu tahu mana yang sedang terjadi. Halaman ini membantumu mengenalinya.
Urutan unggah yang benar di portal
Portal SSCASN memisahkan proses menjadi beberapa tahap, dan tiap tahap punya berkasnya sendiri:
- Pembuatan akun: membutuhkan NIK, nomor KK, scan KTP (JPG ≤ 200 KB), pas foto (JPG 100–200 KB, latar merah), dan swafoto. Di sinilah pelamar paling sering tersangkut.
- Pengisian biodata: harus sama persis dengan KTP dan KK; sistem mencocokkan otomatis.
- Pemilihan formasi: setelah ini, daftar dokumen yang diminta mengikuti syarat instansi dan formasi yang dipilih.
- Unggah dokumen: satu kolom untuk satu dokumen; label tiap kolom menyebut format dan batas ukurannya.
- Resume dan akhiri pendaftaran: titik tanpa jalan kembali. Periksa semua sebelum menekannya.
Membaca label kolom: itu aturan yang sebenarnya
Setiap kolom unggah menampilkan dua informasi: format yang diterima (misalnya "jpg/jpeg" atau "pdf") dan ukuran maksimal (misalnya "maks. 200 KB" atau "maks. 1 MB"). Pola umumnya seperti ini, tetapi label kolom di layarmu selalu menang:
| Kolom | Format | Batas umum | Siapkan dengan |
|---|---|---|---|
| Scan KTP | JPG/JPEG | 200 KB | Foto KTP → 200 KB |
| Pas foto | JPG/JPEG | 100–200 KB | Pas foto 4x6 + kompres |
| Swafoto | JPG/JPEG | 200–300 KB | Kompres foto (jika boleh dari galeri) |
| Ijazah | 800 KB – 1 MB | Kompres PDF | |
| Transkrip | 800 KB – 1 MB | Kompres PDF | |
| Surat lamaran / pernyataan | 500 KB – 1 MB | Kompres PDF sebelum e-meterai | |
| Dokumen pendukung | sesuai label | Foto ke PDF untuk sertifikat yang hanya ada fisiknya |
Arti pesan error yang sering muncul, dan cara mengatasinya
"Ukuran file melebihi batas maksimal". Ini yang paling umum. File hasil kamera atau scanner bisa 10–40 kali lebih besar dari batas. Kecilkan dengan target tepat di bawah batas kolom: foto lewat kompres foto, PDF lewat kompres PDF. Jangan asal kecil: untuk pas foto, di bawah 100 KB juga ditolak.
"Format file tidak sesuai". Kolom minta JPG tapi file kamu PNG atau HEIC (default kamera iPhone), atau kolom minta PDF tapi kamu unggah foto. Alat kompres foto kami selalu menghasilkan JPG; untuk mengubah foto menjadi PDF gunakan foto ke PDF.
Unggahan berputar lama lalu gagal tanpa pesan jelas. Hampir selalu beban server, terutama 2–3 hari terakhir pendaftaran. Langkah dari BKN: muat ulang halaman, periksa kembali ukuran dan jenis file, bersihkan cache dan cookies, pakai koneksi stabil. Lalu coba lagi di jam sepi; dini hari biasanya lancar.
"Data tidak ditemukan / tidak sesuai" saat membuat akun. NIK atau nomor KK tidak cocok dengan data Dukcapil. Ini bukan masalah file. Cek ulang digit demi digit; jika tetap gagal, hubungi Disdukcapil setempat untuk sinkronisasi data, karena portal tidak bisa menolongmu.
Foto/swafoto ditolak saat verifikasi wajah. Wajah terlalu kecil, terlalu gelap, tertutup rambut/kacamata, atau latar bukan merah polos untuk pas foto. Ulangi dengan cahaya dari depan dan wajah mengisi bingkai sesuai petunjuk di layar.
Kesalahan yang lolos saat unggah tapi menjadi TMS saat verifikasi
Yang lebih berbahaya daripada gagal unggah adalah unggahan yang berhasil tetapi salah. Sistem tidak memeriksa isi; verifikator manusia yang melakukannya berminggu-minggu kemudian, saat pendaftaran sudah ditutup dan tidak bisa diperbaiki lagi:
- Ijazah di kolom transkrip, atau sebaliknya.
- Ijazah dan transkrip digabung dalam satu PDF.
- SKL diunggah padahal formasi mensyaratkan ijazah.
- Surat lamaran tanpa e-meterai, atau e-meterai menutupi tanda tangan.
- Nama jabatan di surat lamaran berbeda dari pengumuman.
- Scan terpotong sehingga nomor seri/nama tidak terbaca.
Pencegahannya sederhana: sebelum menekan "Akhiri Pendaftaran", buka setiap dokumen yang sudah terunggah langsung dari portal, bukan dari folder di komputermu, dan cocokkan dengan nama kolomnya. Daftar lengkap apa yang harus ada di tiap dokumen ada di checklist dokumen CPNS.
Khusus e-meterai: urutan yang salah membatalkan semuanya
E-meterai disematkan ke file PDF secara digital. Jika setelah itu kamu mengompres, mengedit, atau menyimpan ulang file-nya, lapisan meterai bisa rusak dan dianggap tidak sah. Karena itu: siapkan surat, kompres sampai ukurannya pas, baru bubuhkan meterai, lalu unggah file itu apa adanya. Penjelasan lengkapnya ada di cara kompres PDF untuk CPNS.
Kalau semua sudah benar tapi tetap gagal
Hubungi helpdesk SSCASN melalui kanal resmi di portal, sertakan tangkapan layar pesan error dan jam kejadiannya. Jangan membuat akun kedua — satu NIK hanya boleh satu akun, dan akun ganda bisa membuat keduanya bermasalah. Ingat aturan paling penting dari semua halaman ini: jangan mengunggah di hari terakhir. Sebagian besar kegagalan yang tidak bisa diselamatkan terjadi di 48 jam terakhir pendaftaran.